Ketika cinta yang diharapkan menjadi cinta pertama dan selamanya
Tak sesuai dengan asa tuan putrinya.
Sebenarnya ini bukan puisi,
Hanya saja semisal curahan hati dari seorang tuan putri yang inginkan kedamaian bersama hangatnya keluarga, dekap hangat seorang ayah terutama
Luapan dari kisah seorang puan yang tersakiti
Yang seharusnya seorang ayah memberi perlindungan malah justru memberi ketakutan
Teruntuk ayah yang bertahun-tahun tak bisa ku tatap seperti kebanyakan tuan putri yang lain
Yang tak bisa ku dekap hangatnya pelukan saat luka menerkam
Yang tak bisa ku sandarkan kepala saat air mata tak kunjung reda
Yang tak bisa ku curahkan segala bentuk karsa kecewa pada raganya
Coba sekali saja kau lihat tuan putri mu ini dengan hati
Dekap bahunya yang sering luka sedetik saja
Siapkan bahu yang akan ditumpahkan segala bentuk air mata
Kau tahu ayah?
Ada seribu banyak kerinduan yang bertumpuk tak kunjung dituntaskan
Ada banyak rasa dusta berucap kuat saat air mata lelehkan dustanya
Ada banyak rasa iri melihat sebaya diberi kasih tanpa bilangan
Sedangkan aku?
Yang ringkih dengan kerinduan dan ketakutan
Tak bisakah kau kembali?
Pada tuan putri kecil yang dulu kau sanjung tinggi kehormatannya
Bondowoso, saat hujan deras menghampiri pipiku.
11 November 2022
Teruntuk teman-teman sekalian yang ingin mencurahkan
segala bentuk kerinduan pada cinta pertamanya.
Semangat selalu teman-temanku, semoga Tuhan selalu jaga kita dalam dekap kasih sayangNya
Semangat selalu pejuang sabar
luvyuuu

Komentar
Posting Komentar