Langsung ke konten utama

LUKA


 

Tema : LUKA

Oleh : IFFAH ANNISA’

Saya Yang Dipaksa Kuat

 

Ini tentang Wanita yang jatuh karena sakit yang terluka karena duka lara

Penikmat luka tepatnya

Rasanya, setiap luka dibuat manis karena candu dipaksa tawa

Perih dipkasa gembira karena gelak yang terbahak luka

 

Semuanya pura-pura, dasar manusia

Banyak paksa yang ditarik kuat untuk bangkit

Padahal nyatanya, otak dan fisik tak kuat menahan sakit

Seluruhnya karena paksa,

Ini bumi manusia

Paksa akut didalamnya.

 

 

Sepasang Luka

 

Dua insan tak berpadu

Datang menyapa seperti seorang tamu

Beri rindu yang buat candu

Metamorfasa liminasa atas kamu dan aku dulu pernah menjadi angan yang tak ingin ku lupa

Bahwa kita adalah luka yang menjadi Satu

Sepadan pasang yang tak bisa ku lupa

Bahwa luka pernah menyerang dengan begitu dahsyatnya

Porak-porandakan seluruh relung jiwa

Koyak tak berbentuk rasanya jiwa

Koyak tak berbentuk rasanya jadi anda dan saya

Putaran waktu dulu menyerang otak

Memaksa untuk di ingat, perih dan hancur rasanya jiwa

 

 

Hunus Tajam

 

Ingin mendefiniskan rasa sakit

Tentang Wanita yang gampang percaya dengan menaruh seluruh harapan pada seseorang

Yang beri cinta diawal lalu pergi diakhir dan janji kedustaan

 

Terimakasih saya ucapkan

Walau hati menjerit ingin teriakan pecundang

luka sekali rasanya

Mata panas alirkan bulir asin di pipi merona

 

Bagaimana bisa saya begitu percaya bahwa kamu tak akan pernah tinggalkan saya

Padahal nyatanya, kamu pergi tinggalkan luka lalu kembali pada kisah lama yang beri luka

Tak sadarkah? Siapa yang sembuhkan lukamu dahulu kala?

Yang berimu Bahagia dan tawa setelah air mata?

 

Bukan tak rapuh hati saya

Dengan mudahnya kamu berkata

Saya “kasihan” hanya berbingkai kasihan kamu bertahan?

Mengapa tak sedari awal kamu tinggalkan?

Ketika sudah berbulan-bulan kamu baru bilang

Kamu itu sangat mengambang, tak langsung memberi kejelasan

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASIH DIRI

Pada hati yang perlu mencintai diri Peluk hangat dekap diri  Merangkul dalam pengapnya sepi Mengais rapuhnya hati Genggam erat jari jemari Pada insan yang ringkih Sepi dan sunyi Bertaut dalam pengapnya malam  Beserta ocehan pencaci Tak semua ocehan perlu didengarkan Tak semua omongan orang perlu kau masukkan dalam hati Kadang manusia begitu, mengeluarkan seluruh sumpah serapah kata tanpa lihat bagaimana hati dilubuk jiwa. Yang perlu kau lakukan hanya dengan tidak mendengarkan, tutup telingamu dalam-dalam Disana kau akan temukan ketenangan dengan tidak mendengarkan ocehan orang. Saat bumi manusia mulai terlelap dengan tidurnya, 20 November 2022 Catatan Syahrul X Temansenja__

Laksana Luka

Sekedar menghidupi tapi tak mematikan Kala rembulan memancarkan cahayanya yang di hiasi oleh titik bintang Aku terpana pada rembulan yang telah bertuan Aku tersadar bahwa Tuhan ciptakan rembulan dengan begitu menawan Saat itu juga angin malam datang, menyampaikan bahwa semestanya tidak baik-baik saja Mengapa rembulan telah bertuan? Meskipun demikian rembulan akan selalu ada Pada semestanya yang terluka Telinganya akan berusaha mendengar Atas segala keluh saat dunia menghantam habis-habisan Katanya, - Dalil yang sederhana tak perlu panjang untuk dijelaskan Maka ini dari saya, yang kau anggap indah menurut mata Terimakasih, atas segala ilmunya, aku tunggu kamu dengan segala cerita dan ilmu hikmah kehidupan yang fana. 13 Oktober 2023 ifazaf

USIK

Semakin jauh umur ini menghujung. Dengan kaca-kaca pecah yang terselip pada jiwaku. Terikat mengacuhkan indah memori saat itu. Keadaan menyudutkanku pada jatuh. Mataku letih membaca narasi hidup. Anak yang aneh. Yang meminta dirinya selalu diam.  Dalam takdir dukanya. "Tercipta ada" . Hanya untuk membuat bisu. Ambil alih dalam genggam. Yang tak kan kulepas agar tak kan pernah jatuh. (Untuk jatuh yang sebenarnya). Sore Hari Saat Bumi Panas Dengan Ocehan Manusia Bermulut sampah. 25 November 2022